Laman

Media Trip Garuda Indonesia (Part III - End) : Day 2, Seru-seruan di Garuda Indonesia Training Center

Sebagai penutup dari perjalanan Media Trip, Garuda Indonesia Facilities ini, rombongan kami akan berkunjung ke Garuda Indonesia Training Center (GITC). Kami akan melihat bagaimana para pramugari dan pilot dididik dalam sebuah tempat. Semacam sekolah khusus Pramugari dan Pilot Garuda Indonesia. Dengar-dengar kami akan melihat Wet Drill, evakuasi pesawat di air dan mencicipi Simulator untuk Pilot. Wow. Another great experience, I think. 

Selepas jam makan siang, rombongan langsung menuju ke GITC, disana kami sudah disambut oleh Luis Parada selaku Senior Manager Learning and Innovation Garuda Indonesi. Kami dikumpulkan dalam training room untuk mendengar penjelasan singkat tentang Garuda Indonesia dan GITC sendiri. Kami juga diperlihatkan sebuah video yang menjelaskan bagaimana Garuda Indonesia bukan sekedar maskapai dengan harga tiket yang mahal. Namun, ini bukan melulu soal harga, karena nilai yang terkandung di dalamnya, seimbang. Jadi ya wajar. GA juga mengedepankan masalah savety dan service, sehingga semua konsumen GA sendiri bisa merasakan kenyamanan saat menggunakan jasa penerbangannya. Ya, saya sendiri sudah membuktikannya, merasakan kenyamanannya. 

Kami disambut orang Professional :D
Ruang Kelas Training
Suasana Gedung Training Center yang Asri
Kemudian, kami pun diajak berkeliling untuk melihat apa saja yang dilakukan di dalam bangunan seluas 6 Hektar yang disebut-sebut sebagai Training Center yang memiliki fasilitas terlengkap. Pertama-tama kami dibawa ke kelas Pramugari. Sambil menunggu simulasi Wet Drill, kami berkeliling ke dalam kelas-kelas yang sedang berlangsung. Mata kami langsung adem saat disuguhkan pemandangan wanita-wanita cantik yang sedang ditempa untuk menjadi Pramugari. Sedikit lucu saat melihat beberapa dari mereka terlihat ngomong sendiri sambil memberikan senyuman terbaiknya. Ya, saya akhirnya tahu, senyuman pramugari di atas pesawat itu tidak begitu saja terjadi. Keramahan, kesantunan, dan keindahan itu terbentuk disini.

Ruang Belajar Merias

Gimana gak jernih mata disini, yg diliatin bening gini semua :D
Catwalk Untuk melatih cara jalan dan jongkok

Macam-macam jenis baju seragam Pramugari.
Ibu Nuning, Beliau dari Samarinda loh!

Yang mau jadi Pramugari, ini standarnya.
Sudah seperti ini? *kalau frisca jelas nggak ya.. haha*
Dalam ruangan ini ada 2 buah maket kabin pesawat untuk pelatihan Pramugari di dalam kabin pesawat. Berada di dalamnya membuat saya seperti berada di dalam pesawat sungguhan. Bahkan terdiri dari dua kelas pula, yang satu adalah kelas ekonomi dan business. Kemudian, saya sempat melirik ke dalam ruangan tertutup yang berisi pramugari sedang diajarkan table manner, dan terakhir kami dibawa ke dalam ruangan yang berisi panggung untuk catwalk disana. Pramugari memang harus selalu tampil menarik, sehingga dari cara jalan, cara tersenyum, bahkan cara berdandan dan merawat diri pun diajarkan. Hehe.. beda banget sama tipe-tipe cewek koboi backpacker amatiran macam saya. Sehingga mau tidak mau saya kagum dengan gadis-gadis tersebut.

Ada pesawat di dalam gedung, Kapten!
Sama persis seperti pesawat beneran.
Pas lagi training. Ini pesawat khusus ke Jeddah.
Setelah puas melihat kelas-kelas yang membentuk pramugari GA, kami langsung menuju ke sebuah aula luas, yang di dalamnya berisi dua buah maket pesawat. dan satu buah kolam renang untuk simulasi Wet Drill-nya. Maket pesawat tersebut yang satu merupakan static maket yang terhubung langsung dengan evacuation slide yang sudah mengembang. Ini untuk melatih pendaratan darurat di darat. Sementara maket yang satunya, bisa bergerak karena ditopang oleh besi-besi yang bisa bergerak. Semacam odong-odong raksasa gitu. Eh, bukan deh. Motion Maket ini terhubung langsung dengan kolam renang, untuk simulasi pendaratan di air.

Kami semua menunggu dengan sabar di Static Maket untuk melihat pilot dan pramugari tersebut meluncur dari ketinggian 7 meter. Saat saya coba tanya apa boleh saya mencoba meluncur dari sana, Guide kami langsung melarangnya karena ternyata slide tersebut cukup berbahaya untuk orang yang tidak tahu apa-apa seperti saya. Karena rupanya untuk meluncur dari slide tersebut juga ada ketentuan tersendiri. Seperti bagaimana posisi tangan kaki dan badan, dan lain-lain.
Simulasi Evakuasi di Darat dengan Evacuation Slide
*saya mupeng pengen nyoba. Sumpah*
Setelah semua kru pesawat yang sedang dapet jatah training saat itu selesai meluncur dari evacuation slide, mereka langsung mengganti baju mereka. Menuju Motion Maket, dan simulasi wet drill. Keadaan saat itu dibuat menjadi seperti benar-benar berada di tengah laut yang sedang badai. Lampu di matikan, kemudian kilat-kilat cahaya yang dibuat sedemikian rupa seperti petir yang menyambar, laut yang bergelombang, serta suara menderu khas badai di lautan. Setelah motion maket pesawatnya diam, mereka satu persatu keluar dan menggembungkan pelampungnya, kemudian menyeburkan diri ke air dan langsung masuk ke dalam sekoci darurat. Mereka langsung mengatur posisi untuk menutupi sekoci tersebut agar tertutup dan terhindar dari amukan badai. Nampaknya menyenangkan, namun salah satu instrukturnya menanggapi celetukan riang saya tadi dengan "Yah, mudah-mudahan mbaknya melihatnya hanya di sini saja, tidak harus mengalaminya di dunia nyata", saya langsung meringis. Bapaknya benar, hal seperti ini bukan untuk bersenang-senang, namun untuk menyiapkan diri saat menghadapi kondisi sebenarnya.

Wet Drill, Simulasi respon saat melakukan pendaratan di Air.
Selesai iri melihat kru training yang dibolehin main air, kami semua menuju ke Pilot Simulator. GA merupakan satu-satunya maskapai di Indonesia yang memiliki flight-simulator sendiri. Uwah.. saya berharap-harap cemas, apa boleh masuk dan mencobanya. Dalam perjalanan menuju Gedungnya, kami melewati taman dan disana terdapat rangka pesawat pertama yang digunakan oleh Presiden Soekarno. Rupanya disimpan di sana.

Pesawat pertama Bapak Ir. Soekarno, *hormat*
Sesampainya di gedung yang berisi simulator pesawat, kami langsung dibawa naik ke tempat flight-simulatornya tersebut. Dan, ini klimaksnya. Ya, saya terkagum-kagum melihat benda tersebut. Maklum, baru kali ini melihat dengan mata kepala sendiri, hal-hal yang berbau kerobotan seperti ini, yang sebelumnya cuma ngeliat di film. Sebut saja Pacific Rim, atau Iron Man, atau transformer. Iya!!! ini udah mirip kaya gitu!! *heboh*

Flight Simulator, Garuda Indonesia
GITC memiliki 6 flight-simulator, 3 diantaranya baru, sesuai dengan keadaan pesawat yang dipunyai oleh GA sendiri saat itu. Diantaranya adalah pesawat jenis A320, A330, B737 Classic, B737NG, ATR hingga CRJ Bombardier. Kami diberi kesempatan untuk masuk kedalam salah satu simulator, A320. Dan mulailah heboh ambil gambar selfie, sampai-sampai bapak instrukturnya kewalahan. Kami juga diajak simulasi take off dan landing. Dan, karena yang mengendalikannya super duper amatir, otomatis pesawat yang kita tumpangi itu crash. 

Asik mencoba menjadi pilot karbitan.
Luar biasa, padahal fungsi motion-nya tidak diaktifkan oleh bapak instruktur, tapi tetep aja, karena layarnya memperlihatkan gambaran yang hampir nyata, saya seakan-akan oleng mengikuti gerakan pesawat. Simulator ini sangatlah luar biasa, dengan tinggi hampir 10 meter dan lebar tiga meter untuk satu buah simulatornya, dan ruangan server diseberangnya, menjadikannya seperti ruangan mainan ding-dong jaman SD, hanya saja dengan harga yang jauh lebih mahal dan fungsi yang jauh lebih berguna tentunya. Bayangkan saja, harganya 12 juta dollar per unit.. iya.. duabelas juta DOLLAR, berarti itungan dalam rupiahnya udah milyaran ya? Hahaha, batal deh niatan buat punya satu dirumah. :D Tetapi, GA mengambil langkah yang cerdas karena jika harus menyewa, biayanya akan lebih banyak. Biaya transport keluar negri-nya serta biaya sewanya 500 dollar perjam. *mohon di konversikan sendiri ke rupiah ya, saya udah capek mikir :D* Sementara untuk satu sesi saja dibutuhkan 3 jam 45 menit. Tentu dengan memiliki sendiri simulator ini bisa memangkas banyak biaya.

Display Layar Simulatornya, boleh pilih Bandara-nya loh.
Saat saya tanyakan, apa GITC juga menyewakan simulatornya, ternyata tidak. Karena untuk memenuhi kebutuhan training pilot GA sendiri, ini masih kurang. Sehingga untuk sementara tidak menyewakannya. Dan spesialnya lagi, kalau dulu seorang Pilot sebelum diijinkan menerbangkan pesawat, harus mengadakan test terbang dengan pesawat sungguhan. Namun, semenjak simulator ini ada, hal itu tidak dilakukan lagi. Karena beneran deh, naik di simulator ini udah sama persis kaya naik pesawat beneran. Bahkan goncangan dan gerakannya pun terasa. Sehingga, jika lulus ujian di simulator, pilot yang bersangkutan bisa langsung naik di pesawat sungguhan.

Penampilan utuh Flight Simulator,
saat fungsi Motion-nya aktif
Kehebohan di dalam simulator tersebut menutup rangkaian perjalanan kami dalam Media trip GA Facilities ini. Saatnya kembali ke dalam kehidupan nyata. Dengan pesawat pukul 19.50 WIB kami berangkat dari bandara soekarno hatta dan mendarat tepat pukul 23.00 WITA di Sepinggan. Selain membawa pulang Dunkin Donut satu lusin, saya mendapatkan berlembar-lembar draft panjang yang bisa saya tuangkan di Blog ini suatu saat nanti. Benar-benar pengalaman berharga. 

Dan tidak menutup kemungkinan buat siapapun yang ingin merasakan pengalaman saya, terutama untuk siswa/i sekolah yang masih ada kaitannya dengan dunia penerbangan, bisa mengikuti paket trip ke Aerofood ACS, Garuda Maintenance Facilities dan Garuda Indonesia Training Center melalui Package Tour GA-Edutourism dengan biaya mulai 2,7 juta. Info lengkap silakan hubungi Ecky Lazuardi di 0819 5236 4756.

Ah, sekali lagi, terima kasih Garuda Indonesia. Semoga semakin jaya melambung tinggi di angkasa Indonesia dan Dunia. Semakin respect sama kamu loh, dan berterima kasih sebesar-besarnya atas pengalaman berharga ini. *kisskiss*