Laman

[Fiksi] Promise

Kutatap lagi dalam-dalam matanya. Jantung ini sudah berdetak tanpa bisa kuikuti lagi iramanya. Tapi, tidak akan kubiarkan air mukaku berubah. Tetap. Dia harus tahu aku serius. Ini tidaklah mudah, saat airmata sebenarnya ingin mengalir keluar tanpa hambatan. Saat sebenarnya kakiku sudah lemas, ingin segera menjatuhkan diri ke pelukannya.