Halaman

Media Trip Garuda Indonesia (Part I) : Day 1, Menjajal Garuda Indonesia Airbus 330-200


Masih ingat tentang Media Trip Garuda Indonesia : Goes To Bunaken Maret lalu? Harusnya sih masih, soalnya cuman beda 2 postingan dari postingan yang ini. Kelanjutan dari basa-basi terakhir bersama kak Ecky Lazuardi kemaren, ternyata terealisasi. Ya. Saya kembali diajak oleh beliau untuk mengikuti kegiatan Media Trip ini lagi. Kali ini, kami akan diperkenalkan dengan fasilitas-fasilitas Garuda Indonesia. Apa yang membedakannya dan memberi point lebih dibanding maskapai penerbangan lain di Indonesia.
Maksud saya adalah, siapa sih yang bisa menolak untuk melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana sebenarnya dibalik layar pelayanan Garuda Indonesia, yang selama ini memang terkesan lebih eksklusif dan mewah. Saya sendiri mewajarkan, karena ternyata, dibalik pelayanan dari jasa penerbangan ini yang memang terkenal sekali kualitasnya, ada banyak hal yang mendukungnya. Sebut saja Aerofood ACS yang mengurusi soal makanan kepada penumpang, dan Garuda Indonesia Training Center (GITC) yang merupakan tempat pelatihan pendidikan untuk calon-calon pramugari dan pilot. Ya, saya dan 14 teman media lainnya diberi kesempatan untuk mengintip apa saja yang dilakukan di sana. Bahkan, kami semua diberi tambahan untuk merasakan penerbangan menggunakan pesawat baru GA sendiri, Airbus A330-200. *terharu*

Perjalanan ini dilakukan mulai tanggal 4 Juni 2014, hingga sampai kembali ke Kota tercinta saya 6 Juni 2014, pukul 02.00 AM alias dini hari. Perjalanan singkat, tapi banyak sekali hal baru yang saya dapatkan disana. Intinya kali ini saya di tandem dengan Mas Aprie yang terkenal sebagai blogger yang sangat aktif dengan Blog Ijo-nya. Bang Ade sendiri, kali ini sedang berhalangan untuk ikut. Selain itu ternyata ada dua Blogger Balikpapan yang ikut pula dalam perjalanan ini. Salah satunya saya kenal saat mengikuti seminar menulis dari plotpoint yang diadakan di Balikpapan. Dan satunya lagi baru saya kenal setelah di mention masal di twitter oleh bang Ade.

Singkat cerita pada Rabu, 4 Juni 2014, pukul 09.00 WITA, saya dan mas Apri sudah berada di stand Dunkin Donut Bandara Sepinggan Baru untuk sarapan. Kebetulan pukul 10.00 WITA kami akan technical meeting dengan mas Ecky dan teman-teman yang lain. Saya membayangkan, sepertinya anggota media trip kali ini tidak banyak berubah. Namun, ternyata lumayan banyak wajah-wajah baru yang datang. Dan lagi-lagi mayoritas adalah laki-laki. :|

Jadi, kami akan terbang ke Jakarta pada pukul 12.45 WITA, dengan pesawat GA Airbus 330-200. Oke, siapa yang gak tau tentang airbus? Eh, tunggu, iya saya yang gak tau. Hehe.. awalnya saya memang tidak terlalu memperhatikan soal jenis pesawat. Tapi, setelah temen-temen di twitter heboh dengan pesawat ini, saya mau gak mau browsing dan mencari info tentangnya. Dan setelah tau, saya jadi inget dulu sekali saya pernah melihat GA Boeing 767 yang gede banget, dan berniat "Suatu hari nanti, saya akan naik ke pesawat sebesar itu." Dan ternyata kesampaian.

Sebelum dibawa ke Airbus 330-200, kami diijinkan untuk mengintip kedalam Lounge Garuda Indonesia di Bandara Sepinggan yang baru. Jauh lebih luas dan terasa sekali eksklusifnya. Banyak sekali fasilitas yang disediakan disana. Mulai dari ruang pijat, ruag khusus untuk merokok, VIP-room, Snack dan Meal, serta ruang tunggu yang sangat cozy serta nyaman. Perhatian saya sepenuhnya tersedot pada jejeran iMac yang disediakan untuk siapapun yang ingin menggunakannya. Garuda Indonesia memang benar-benar tau cara memanjakan konsumennya. Kami berkeliling disana sampai tiba waktunya dipanggil untuk segera naik ke Airbus 330-200 yang melegenda itu.

 
 
 
Fasilitas dalam Executive Lounge Garuda Indonesia
 Airbus 330-200 yang digunakan memiliki 36 kursi kelas bisnis dan 186 kursi kelas ekonomi. Dimana satu baris kursinya diisi dengan formasi 2-4-2. Sebenarnya, saya excited banget naik pesawat ini, namun karena gak mau dikira kampungan, saya stay cool aja. Apalagi, ternyata saya mendapat seat K, yang artinya adalah window seat. *huray* obsesi saya untuk spotting winglet tercapai. Walaupun ternyata 25K itu adalah seat tepat di pintu darurat, persis di atas sayap. Tapi, tetap saja gambar winglet yang berhasil saya capture, membuat saya puas. Pesawat ini terbang di ketinggian 40.000 kaki, sodara-sodara. Jarang sekali saya mendapat momen seperti ini. Walaupun dengan ketinggian segitu membuat saya harus equalizing berkali-kali, tapi tetap saja saya merasa senang. What an experience.

In-Flight Entertainment
Spotting Winglet Guys~
Hotmeal
Kelas Ekonomi Airbus A330-200
Kursinya satu deret sampe K loh..
Business Class.
Perjalanan menuju CGK memakan waktu sekitar 1 jam 45 menit, sempat terpikir ingin tidur, namun, in-flight entertainment-nya melarang saya memejamkan mata sedetikpun. Ya, fasilitas Airbus 330-200 ini bisa dinikmati oleh penumpang dengan tujuan BPN-CGK sekali sehari pada pukul 12.45 WITA. Jam ini merupakan prime time dari tujuan BPN-CGK, sehingga Garuda Indonesia mengganti 737-800NG nya dengan Airbus 330-200 ini untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sempat saya dengar seorang penumpang wanita berseru senang karena bisa naik di Airbus ini, saya langsung merasa beruntung saat itu juga. Wah berarti kita sama mbak.. :D

Kemudian mendarat dengan mulus di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.40. Yap, tepat waktu. Kami akhirnya memutuskan untuk pergi ke Monumen Nasional untuk menghabiskan waktu hingga malam nanti. Karena memang, acara utama akan dilakukan pada keeseokan harinya. Yaitu mengunjungi Dapur Aerofood ACS dan Garuda Indonesia Training Center. Kami menuju Monas dengan menggunakan Bus Aerotrans milik Garuda Indonesia Group yang nyaman. Terhindar dari polusi dan asap sepanjang jalan menuju Monas, walaupun tidak terhindar macet, karena itu tidak mungkin. :D

With Aerotrans.
Di Monumen Nasional itu, kami menghabiskan waktu satu jam. Dan karena ini kali pertama saya ke Monas, yap, kali pertama, saya agak-agak heboh juga. Biar bagaimanapun ini adalah icon dari Indonesia, saya harus tetap excited, dan menghabiskan waktu dengan mengelilingi area monas dengan sepeda gandeng sama Mas Aprie. What a classic way... Haha.

Berspeda keliling hutan. :D
Gak pernah gak absurd~
 Setelah itu kami makan malam di salah satu warung padang, dan check in di hotel Narita. Yap, saya cukup takjub, perjalanan itu memakan waktu 5 jam. Padahal hanya satu tempat yang kami datangi. Benar-benar waktu yang habis dijalan. Saya pasti tidak akan betah tinggal di Jakarta untuk waktu yang lama. :| Pukul 20.00 WIB kami tiba di hotel dan kemudian langsung tepar. Beberapa sepertinya masih dengan kegiatan masing-masing. Saya sendiri sebenarnya menyiapkan stamina buat besok harinya. Soalnya kan bakal full kegiatan dan nyampe di Samarinda sekitar dini hari. Sehingga harus banyak-banyak istirahat.

Besok pasti akan banyak sekali cerita-cerita baru tentang Garuda Indonesia, dan dibalik layanan Garuda Indonesia yang menakjubkan ini. Hmmmm.. can't wait till tomorrow. :)