Halaman

Terlalu Banyak Obsesi Itu Berat, Kapten!!

sumber : google
Disaat harus memilih antara keinginan dan obsesi, kira" mana yang harus didahulukan? Keinginan ringan atau obsesi seumur hidup. Dan apa sebenarnya perbedaan keduanya,, bukankah sama-sama sbuah keinginan yang kita sadari bahwa kita bisa mencapainya. Lalu, mana yang hrus didahulukan?

Saya sedang berada dalam persimpangan tersebut. Sebuah angan"dan semangat yang nyata tentang self improvement,, serta sebuah obsesi kecil yang dari dlu sudah dipikirkan, walau rasanya masih bisa ditahan, tapi sekarang menjadi tujuan utama dalam kepala.

Mengherankan, saat semuanya telah direncanakan sbaik-baiknya, lalu mengapa waktu harus mengubahnya? Mengubah yang primer menjadi sekunder, atau bahkan sebaliknya. Mengubah semangat yang sebelumnya menggebu-gebu, menjadi "udahlah,, hal ini bisa dilakukan nanti". Sempat bertanya-tanya juga, apakah ini smua hanya bagian dari ke-tidak-ter-atur-an mood di dalam kepala saya? Hanya keputusan sesaat yang dikemudian hari akan menjadi penyesalan karena mengesampingkannya?

Perenungan, berfikir. Sepertinya harus kembali kepada pola tersebut, harus lagi-lagi terbenam dalam hal-hal yang kurang saya sukai. Sebab bagaimanapun, saya gak ingin ada penyesalan dikemudian hari. Menyesal dan meratapi masa lalu adalah hal terlarang buat diri saya. Saya selalu berpandangan kedepan, yang artinya saya tidak pernah menyesal. Haha,, sepertinya sombong sekali bukan?

Pernah suatu hari saat saya mengutarakan hal ini,, teman saya bilang "wah, ga bisa gitu fris, kmu sombong brarti, ga mau nyesalin kesalahan". Saya pikir dia ada benarnya juga, namun saya tetap keukeuh dengan pendapat saya tersebut. Karena, menurut saya, merasa bersalah wajar, yang ga wajar itu berlarut-larut dalam kesalahan, meratapi, apalagi sampai depresi. Jadi, menyesal bisa diwakilkan dengan mengambil pelajaran, kemudian mengerti bahwa memang itu harus terjadi sekarang, namun di depan nanti, dipastikan tidak akan terulang. Begitu lebih baik menurut saya.

Balik ke topik awal. Jadi apa yang harus saya dahulukan?? Sebab keduanya pasti ga bisa berjalan bersamaan. Mungkin, Obsesi kecil saya yang akan menang. Karena, dibalik keinginan besar itu, banyak terdapat kesia-siaan. Dan Ayah saya selalu mengajari, agar menghindari hal-hal yang sia-sia. Karena sia-sia itu adalah sebuah sifat yang dibenci Allah SWT. Lalu kenapa sebelumnya aku menginginkan hal itu ya?? *mikir* Oh, iya,, Egoisme. Ternyata egois saya masih merajalela dan membutakan saya dari hal-hal yang seharusnya sudah saya sadari. Hmmmm,, I guess, it's okay for leaving this wish until the perfect time comes out. :) Keinginan itu, akan terwujud, aku yakin, tapi prioritasnya sudah terganti menjadi "kapan-kapan bisa lah,,".

sumber : google
Oke,, disaat bingung dengan keputusan yang harus dibuat, mungkin ada baiknya kita kembali menengok ke belakang. Berusaha memposisikan diri sebagai orang lain dan kemudian menilai diri sendiri. Mungkin ada hal-hal kecil yang terselip, dan sebenarnya itu adalah jawabannya. Siapa tau? yap, siapa tau,,, :)



N.B :
Mungkin, ini sekaligus mewakili alasan saya untuk suatu hal yang tiba-tiba saya batalkan. Semoga semuanya mengerti, ini bukan tentang permasalahan yang telah terjadi. Saya juga bukannya tidak ingin menyelesaikan semuanya. Hanya saja, saya sudah Kehilangan Minat. Yup, kehilangan minat untuk memperbaiki semuanya, dan kehilangan minat untuk terus berkonfrontasi. Saya benar-benar sudah malas memikirkannya, karena saya ga bisa melihat apa yang terbaik yang harus dilakukan. Jadiii,,, kembali aja lah ke titik nol. Ngerti kan titik nol?? :3