Halaman

Soulmate, is it Something That You Can Decide or is it Undeniable Fate?

Kembali memperbincangkan masalah Soulmate. Soulmate, atau kalau bahasa sini bilangnya "Belahan Hati", atau bahasa kampungnya "Jodoh". Gimana ya? kalau udah bicarain masalah ini, yang cewek pada histeris, yang cowok pada males. Haha,, begitulah, wanita itu selalu berimajinasi tinggi, menyukai hal-hal yang berbau impian, sama seperti dongeng-dongeng. Kami, para wanita percaya, di suatu tempat, Prince Charming kami sedang dalam perjalanannya menemukan kami. Yah, begitulah, it's not easy to be us. :p

Postingan ini terinspirasi setelah beberapa hari yang lalu ngepost Tweet masalah "Jodoh", dan saya baca kembali, kok rasa-rasanya masih banyak yang harus dijelaskan panjang lebar. Jadinya, saya memilih media ini untuk share lebih jelas dan luas mengenai pemikiran saya tentang Jodoh. :) Jadi, bukan berarti apa-apa loh ya, ini murni tentang pemikiran, sapa tau aja bisa nambah wawasan buat semuanya.

Saya pernah membuat statemen sebelumnya, tentang dua jargon yang paling saya benci sedunia. Yaitu "Kalau Jodoh Nggak Kemana", sama "Semua Akan Indah Pada Waktunya". Jargon kedua saya bahas lain waktu ya, sekarang kita ngebahas yang pertama aja. Alasan kenapa saya membencinya adalah, kepasrahan di dalamnya. Penuh dengan kepalsuan pemberi harapan, dan yang dikasih kata-kata ini cuman bisa berharap dalam diam, semoga jodoh, semoga jodoh, semoga jodoh,, gitu terus sampai kiamat. Padahal yang ngasih kata-kata udah melanglang buana dengan pasangan-pasangan yang lain,, mengerikan. *sumpah, ini bukan pengalaman pribadi*

Jadi, seseorang pernah membahas masalah ini dengan saya. Sebenarnya Allah SWT memang sudah menyiapkan jodoh untuk masing-masing manusia di muka bumi ini, Hanya saja, Allah memberikan banyak pilihan, pilihan yang akan kita pilih untuk menjadi pendamping hidup di dunia ini. Selama ini kita di doktrin kita harus menemukan the Only One,, The One,, dan seterusnya. Salah. Kita memang punya jodoh, tapi, kitalah yang menetapkan, memilih satu diantara jodoh-jodoh yang disiapkan oleh Allah.

Itulah sebabnya, kata-kata saya sebelumnya,, *lupa saya publish dimana* yang menyatakan "Orang baik akan bersama dengan orang baik, dan begitu pula sebaliknya". Ternyata tidak sepenuhnya benar, karena tidak semua orang baik bersama yang baik, dan orang jahat bersama yang jahat. Banyak juga orang baik yang pada akhirnya bersama orang yang kurang baik, lah,, statemen saya jadi mentah dong? iya, karena memang itulah pilihannya. Mau baik atau tidaknya seseorang, jodohnya adalah orang yang dia pilih. Tapi, ya, karena orang baik gak mau rugi juga, maka biasanya orang baik memilih bersama orang baik pula. :p

Kembali ke masalah banyaknya Jodoh yang disiapkan Allah. Yup, Allah kita Maha Pemurah banget. Dia ngasih banyak sekali pilihan, dari yang pinter sampai yang tolol, dari yang ganteng sampai yang kurang ganteng, dari yang baik sampai yang agak baik. Begitulah, pemeran utamanya, alias diri kita sendiri, disuruh memilih ni, mana yang kira-kira pas buat kita, mana yang dirasa pantas, mana yang ternyata kurang ajar. Jadi bukan berarti kita nunggu satu orang yang kita yakin itu jodoh kita, kita percaya dengan kata-kata kalau-jodoh-gak-akan-kemana-sialan itu, tapi bagi dia, kita bukan jodohnya. Yak, gak bakal nyambung deh sampai mobil-mobil bisa berubah jadi Transformer.

Yah, gitu deh, intinya sih semua berdasarkan pilihan sendiri aja. Sama kaya milih buah-buahan dipasar,, *cih, sok-nya ngomong pasar, padahal belum pernah belanja di pasar*, resiko dalemnya busuk atau nggak ya itu ditanggung pembeli, toh, yang jual udah mempersilahkan dengan segala kerendahan hatinya untuk memilih buah-buahan tersebut. Itu sebabnya, saat menemukan yang "busuk", perceraian tidak dapat dipungkiri lagi, karena memang salah pilih. Salah pilih dan berarti resiko ditanggung sendiri.

Makanya, sebelum benar-benar yakin dan memutuskan untuk memilih siapakah orang yang akan berjuang bersama mengarungi bahtera rumah tangga bareng kita nanti,, *cailah* baiknya sih, dipikirin bibit, bebet, bobotnya dlu. Terus satu lagi, buat komitmen sama diri sendiri. Itu loh orang yang kita pilih, itu loh satu diantara banyak orang yang beruntung bisa bareng sama kita, dan itu adalah pilihan kita sendiri. Termasuk dijodohin sama ortu, kan mengiyakan tawaran ortu juga berarti memilih :p. Jadi, setelah buat komitmen kaya gitu, seancur-ancurnya kehidupan yang terjadi kelak, selama kita menyadari, kita mengerti dengan sangat, ini adalah jalan hidup yang kita pilih SENDIRI, maka pikiran untuk bilang "dia bukan jodohku" nggak akan muncul dipermukaan. MALU kan ya kalau ngejilat ludah sendiri,, ngehianatin diri sendiri? Itu juga kalau memang konsisten sih,, 

Ada satu pesan dari orang yang memberi tahu saya semua ini.

"Fris, sebaik-baiknya pilihan adalah pilihan yang berdasarkan hati dan dapat diterima oleh akal. Dan nikahilah seseorang karena Allah, bukan karena cintamu padanya. Karena, hasrat mu padanya mungkin akan luntur suatu saat, namun jika kamu menikah karena Allah, maka kamu akan tidak akan kehabisan alasan untuk mencintainya. Karena Allah itu kekal dan Maha segala-galanya.".

Berat kan bahasanya? Iyap, banget,,, sampai sekarang aja, saya masih belum ngerti sepenuhnya arti dari kata-kata tersebut. Tapi, yakin sih, jika suatu saat nanti bertemu dengan lelaki yang bisa saya cintai karena Allah, pasti, saya yakin, pasti dia adalah pilihan saya yang terbaik. :)

Jadi, sudahkah kalian menemukan pilihan yang terbaik? Tenang saja, saya yakin pasti tidak akan terlewat. Jika memang yang sekarang masih bisa meninggalkan kalian, tentu itu bukan yang terbaik. Move on, kemudian carilah lagi, memilihlah,, silahkan membandingkan sebanyak-banyaknya jodoh yang datang pada kalian. Yakin, pada akhirnya kalian akan menemukan yang paling baik. Iyalah,, terbaik kan artinya paling baik ya? hehe,, oke sampai jumpa di postingan selanjutnya. Selamat berkelana mencari soulmate-nya masing-masing.

Regards,
Frisca. :)