Laman

This is Why I Hate Thinking!!

"Once it started,, it seems can not be stop."

Tipikal tipe darah O dominan B, adalah Easy Going, suka menunda-nunda sesuatu, tapi entah bagaimana caranya selalu bisa lolos dari semua masalah yang terjadi karena menunda, kemudian menyesali karena sadar bahwa seharusnya hasil akhirnya bisa jauh lebih baik dari itu, jika tidak menunda. Lalu, kembali berfikir optimis, dan berjanji kelak tidak akan mengulanginya. Setelah itu, saat ada sesuatu yang harus dilakukan lagi, kembali ke pola menunda-nunda, sampai dengan menyesal,, lingkaran setan yang ga pernah bisa di stop.

Dan, memang itu yang selalu terjadi pada ku. Entah karena memang kurang pengembangan diri, motivasi diri atau malah emang kutukan orang bertipe darah O? entahlah, hanya Tuhan yang tau. Lalu, apa hubungannya dengan kebencianku untuk berfikir? Yup, kutukan tipe darah O ini, mungkin yang menyebabkanku membenci berfikir.

Karena sikapku yang selalu Easy Going, Moody-an dan Menunda-nunda inilah yang akhirnya membiasakan diriku untuk lari dari masalah. Tindakan yang bodoh sebenarnya,, karena aku yang paling tau, lari dari masalah itu hanya kata lain dari menunda, sehingga PASTI, pada waktunya aku harus menghadapinya. Selalu mendahulukan hal menyenangkan, dibanding merepotkan,, mencintai HAVE FUN dibanding harus melakukan sesuatu yang menguras pikiran, padahal tau pasti bahwa itu adalah sesuatu yang membawa pada sebuah perkembangan. Yup, aku tipe orang yang sangat menghargai dan mencintai kenyamanan untuk diriku sendiri.

Pada akhirnya, perjalananku untuk maju terseok-seok, maju selangkah, mundur tiga langkah,, kemudian maju lagi tiga langkah mundur kembali selangkah. Artinya? tetep ditempat, statis, STUCK. Tapi, aku menyukainya,, entah kenapa aku nyaman dengan keadaan seperti ini.

Aku orang yang super optimis, selalu bisa membalikkan aura negatif hari-hariku menjadi ceria, karena apa? karena aku ga mau berfikir terlalu jauh. Memulai berfikir hanya akan membuatku tidak bisa berhenti, sampai aku menemukan jawaban yang memuaskan diri sendiri. Lalu, jika tidak mendapatkan jalannya? Jelas mood-ku akan buruk seharian. Itulah kenapa aku ga berani berfikir hal-hal serius jika bukan waktunya.

Apa yaaa,,, mungkin walau aku tau pasrah itu norak, tapi dalam hatiku sepertinya sudah diterapkan pola seperti itu. Pasrah pada apa yang akan terjadi, karena yakin itu yang terbaik. Mempercayai, mencoba mengerti bahwa yang sudah terjadi dan sedang terjadi itu adalah yang terbaik. Sehingga, walaupun aku ga berfikir dengan serius, aku tetep yakin jalanku akan indah, karena aku mengerti itu yang terbaik. 

Once I started to think about my messy life, it seems I can't stop to mumbling, feeling torn, falling apart, aching, and crying. The one who can stop it, is me, who started another thinking of faith. Faith and believe that my life can not be better. This is the best life that I could have.

Jadi, aku memutuskan, untuk menikmati apapun yang terjadi dalam hidupku, tanpa berfikir lebih jauh "kenapa ini yang terjadi", atau malah "kedepannya harus bagaimana". Karena memikirkan hal-hal seperti itu hanya akan kembali menemukan pertanyaan-pertanyaan lain, dan kemudian tenggelam dalam tumpukan pertanyaan yang ga bisa dijawab, sampai pada akhirnya saat sadar, kita sama sekali ga bisa keluar dari kesuraman itu. What a waste, huh? :)