Laman

Kehilangan Hak Paten Menggunakan Nick @cintadonat sama dengan Kedewasaan Mutlak

Cintadonat. Nickname ku yang udh aq pake sekitar 2 tahunan ini, sekarang sedang mengalami kendala msalah hak cipta. Trademark ini akhirnya harus aku ganti sebab aku sudah kehilangan hak paten untuk menggunakannya. Skrng kembali ke trademark jaman SMA,, Fritzwaltern !!!

21 September 2011

Tepat 3 tahun lalu aq bertemu dengannya. Hanya berawal dari perasaan suka, kemudian menjadi sangat suka. Hingga akhirnya jadian. Kemudian rasa itu membuncah lagi menlingkupi ragaku, jiwaku, bahkan hatiku. Yak, aku jatuh cinta terhadapnya. Aku jatuh cinta atas semua perhatiannya. Aku jatuh cinta selayaknya wanita yang telah diberi perhatian serta pengertian dan kenyamanan. WAJAR kalau aq jatuh cinta. Kenapa, yah,, karena dia memang gampang dicintai. Pintar merayu serta meyakinkan seseorang. Itu kelebihan yang dia punya selama ini.

Tahun”pertama begitu mulus. Dunia milik berdua sehingga smua serasa indah. Ga peduli yang lain, janji”konyol terucap tanpa diseleksi dengan benar, apakan bsa aku menepatinya atau tidak. Berlanjut di tahun kedua. Penuh bahagia tetap, namun berlinang airmata. Betapa tidak, keegoisan masing”pribadi mulai bekembang dalam hati, rasa ingin memiliki, ingin berkuasa atas yang lain, serta rasa tak mau mengalah mulai menghantui kebahagiaan tadi. Cinta? Oh, tentu. Dari saya tentu saja cinta itu bercokol erat. Yak dia cinta pertama saya. Membuat saya merelakan apa saja demi keyakinannya. Demi kebutuhannya, bahkan rela di manfaatkan untuk segala hal yg dia mw.

Kami akhirnya mulai menyadari bahwa, batasan umur kami yang terpaut 4 tahun dengan sisi dia yang lebih muda, sangatlah jauh berbeda. Aku mengharapkan sosok seorang yang dewasa yang dapat membimbingku, mau menuruti egoku, sambil terus membimbingku ke arah yang benar. Dia mengharapkan sosok wanita yang mudah diinjak”, sehingga semua keinginnannya terpenuhi. Ketidak dewasaan dia mulai aku rasakan, semenjak aku mulai sibuk bekerja untuk kebutuhanku. Dan yakin aja, semua pekerjaan itu awalnya tidak aku lakukan sungguh”,  aku nggak total. Karena dia membatasi.

Ikut komunitas ini ga boleh, ikut kegiatan ini ga boleh, mw keluar daerah juga ga boleh. Kebebasan aq berkarya udh terengut. Belum lagi harus sealu memenuhi keinginannya. Ego anak kecil yang tidak sebanding dengan ego orang dewasa seperti aku. Aku mulai merasa tidak cocok nih.

Aku emang berterimakasih padanya dalam banyak hal. Namun, saat itu juga aq merasa aku membutakan mataku untuk melihat kejadian sesungguhnya. Sungguh, ternyata hati ini hanya dimanfaatkan. Hati ini, raga ini, hanya untuk tujuan hidupnya sendiri. PES yg begini lah, hrus begitu ah, kemudian blackberryya yang suka hang lah. Emangnya cinta saya bsa memperbaiki semua masalah itu?

Lalu muncul persoalan yang amat gawat. Dia mulai ngelaba sodara”,, tepat saat hubungan ini menginjak 2 tahun. Aku akui ada sedikit rasa yang pudar dalam hati ini. Namun kekonsistenan saya lah yang membuat cinta itu tetap bercokol erat. Saya mulai ingin segera lepas darinya. Tapi dia menahan saya, dengan air matanya, dan lagi”memanfaatkan kelembutan hati saya. Saya ga tega ngliat itu smua. Ya udh akhirnya kami jalan lagi, dengan sisi otoritas saya yang lebih kuat.

Oke, jadilah hubungan ini timpang. Saya wanita, saya harus akui kodrat saya untuk berada di bawah laki”. Namun pikiran sayalah yang akhirnya tidak bsa mengakui bahwa dia adalah pimpinan yang tepat untuk hidup ini. Ego saya semakin berkembang, dan saya menjadi semakin semena”,, yah,, begitulah. Hubungan ini makin menjadi sangat tidak sehat. Dia yang telah menyakiti saya, dan akhirnya saya yang menyakitinya.

Disaat saya mengambil tindakan untuk mengakhiri hubungan ini, saya sedikit berharap agar kedepannya menjadi lebih baik. Mengandalkan cinta untuk tetap mengikatnya, namun bukan berpacaran. Akhirnya apa? Dia sudah mendapatkan cinta satu minggu setelah kita putusan, voilaaaa,, terbukalah mata saya. Saya akhirnya menyadari tatapan aneh smua orng melihatnya. Bukan karena berprasangka buruk, tpi karena apa yg mereka lihat, memang buruk. Logika saya mengerti, Tapi hati saya tidak. Hati saya masih menginginkan kenyamanan dari hatinya.

Itu yang membuat saya sangat terluka. Kenapa begitu? Apakah benar aku ga punya arti dalam kehidupannya? Apa salahq? Apa? Depresi, kata”yang cocok untuk menggambarkan diri saya. Ga bsa makan, ga bisa tidur, bahkan berfikir mati itu lebih baik. Saya udh memastikannya hari ini, ternyata dia sudah tidak mencintai saya lagi. Semuanya hanya masa lalu katanya. Dan lucunya dia blang, “berfikirlah dewasa”. Hah? Berfikir dewasa, saya dibilang seperti itu oleh manusia paling ga dewasa di dunia. Dewasa tidak sama dengan tidak punya perasaan boy, tolong dicatat. Gda orng dewasa yang langsung mencari pengganti orng yang pernah di cintai sepenuh hati. Klu tindakan tergesa”seperti itu bukan kekanakan, lalu apa namanya aq ingin tau,,,

Hahaha,, akhirnya saya hanya bsa mentertawai hidup saya. Cinta? Apa itu cinta, hal absurd yang sangat kokoh mampu membuat qt menjadi orng yang benar”bodoh, namun ternyata juga sangat rapuh. Bsakah kita mengandalkan cinta untuk mermpertahankan hubungan? Tidak,, yang ada hanya mempertahankan kekonsistenan hati untuk tetap menghargai satu sama lain agar bsa hidup damai. Dan berhubung dia tidak mempunyai konsisten dalam hidupnya, labil dan sangat mudah terombang ambing, maka jadilah cinta itu benar”sesuatu yang absurd. Okeh, jadi pelajaran menyakitkan buatku untuk mengenal cinta. Tapi harus tetap ku syukuri, dengan begini aq tidak akan melakukan kesalahan untuk ke dua kalinya.

Jadi? Sudah pasti saya harus MOVE on,, memang ga gampang dengan rasa sakit menyeruak di dada,, tapi,, I will survive lah,, seorang frisca dengan segala yang sudah mendukungnya ga mungkin akan menyerah disini. PASTI bsa dapatkan yang TERBAIK. Tuhanq punya rencana indah buat aku, jika aku bsa merelakan semua dengan iklas. Aku yakin Allah sayang sama aq, dan ini hadiah dari dirinya. Pelajaran berharga untuk membuka mata menuju kedewasaan mutlak.