Laman

My Motivator, My Inspiration, He's My Boss

     Kebetulan momentnya lagi pas nih,, saya baru selesai ngebaca buku-nya si mbak Kerani yang fenomenal itu,, MY STUPID BOSS,,, tentang ke-idiot-an bossnya, dan kesialan hidupnya karena udah punya boss yang demikian pelit plus songong. Sumpah,, bukunya lucu banget, ngebayangin gimana makan hatinya si mbak itu, gimana rasanya nahan hasrat buat nggelitikin si bos seumur hidup, dan ngebandingin dengan kehidupan perkantoran yang saya alami sekarang, sungguh sangat kontras sekali. Yang saya alami bukannya punya boss yang amit-amit jabang bayi kaya gitu, tapi boss-boss saya adalah orang yang luar biasa. Dan yang akan saya bahas kali ini adalah Mr. Ir. H. Adriyanto, MSM.


     Kenapa saya bilang momentnya pas? Karena kebetulan sekali, Pak Adri (begitu saya biasa memanggilnya) hari ini berpamitan kepada seluruh staff SMKTI Airlangga, beliau akan menempuh pendidikan Doktor-nya di Jogjakarta, dan akan meninggalkan sekolah serta jabatannya sebagai kepala sekolah untuk sementara. 
     Jujur kami semua sedih, dan sebenarnya agak nggak rela,,, mungkin karena sosok beliau begitu sangat berharga di mata kami semua. Untuk harus kehilangan beliau sebagai kepala sekolah, sebagai seorang yang membawa Airlangga ke dalam ketenarannya yang sekarang, sebagai seorang yang selalu memberikan motivasi-motivasinya, pandangan-pandangan positifnya, ide-ide kreatifnya yang membangun, serta sebagai seorang bapak yang selalu mengerti akan potensi anak-anaknya dan selalu memaafkan semua kesalahan yang kami perbuat.
     Bagi saya pribadi, beliau bukan hanya sekedar boss atau kepala sekolah yang memberikan perintah-perintah yang harus segera dikerjakan. Beliau selalu memberikan pilihan, beliau selalu mengenali potensi diri kami masing-masing sebelum memberikan tugas ataupun perintah. Memberikan kepercayaan yang luar biasa terhadap kami, yang bahkan kalaupun kami gagal, beliau tidak pernah marah. Hanya tersenyum dan berkata "Okelah,,, ga papa,," sambil tersenyum khas.
     Apa ya,,  mungkin sebuah pengakuan singkat dari saya. Sekitar 2 tahun yang lalu, saat beliau menemukan saya, dan mampu meyakinkan saya untuk terjerumus ke dalam bidang pendidikan, saya sudah yakin, bahwa apa yang ada di hadapan saya bukan orang sembarangan,, well,, saya akui ya, saya sedikit angkuh, dan susah untuk bisa kagum terhadap orang yang baru pertama kali saya kenal. Tapi dengan beliau semua berbeda, saat itu saya bisa tau bahwa saya berhadapan dengan orang yang luar biasa.
     Luar biasa yang saya maksud disini adalah benar-benar luar biasa,, bukan luar biasa sekedar basa-basi yang sering saya ucapkan,, :D Pernah ngalamin ga, ngga bisa menolak perintah atasan, padahal qt tau kapasitas diri kita nggak masuk disitu, atau nggak sanggup sampai situ?? Saya selalu merasakannya. Sama pak Adri ni ya, sumpah deh,, ga bakal bisa nolak permintaannya. Beliau orang paling cerdik dalam menggunakan kata-kata. Sehingga tugas yang awalnya mustahil, lama-kelamaan akan menjadi mungkin. Bahkan beliau sanggup menumbuhkan kepercayaan diri kepada saya, bahwa saya pasti bisa melakukannya. Ajaib? iya, beliau makhluk ajaib yang cuma ada satu-satunya di dunia. :D
     Dan sebenernya, awal saya masuk pun, saya yang tidak mengerti apa-apa dalam bidang pendidikan hanya bsa mengeluarkan setengah dari kemampuan dan kemauan saya untuk bekerja. Namun, seiring berjalannya waktu,, tuntunan dari Master Sumber Daya Manusia itu yang mengubah pola pikir saya, ketertarikan saya, dan bahkan prinsip saya. Saya akui, saya amat sangat berbeda dari yang dlu, semenjak bekerja di SMKTI Airlangga ini, saya selalu merasa diajak dan didorong untuk berkembang, sepenuh hati. Lihat hasilnya, belum genap 2 tahun saya mengabdi di cyber school ini, saya  sudah jatuh cinta dan berjuang untuk berdedikasi di dalamnya,, luar biasa bukan??? Semua ga lepas dari pengaruh beliau terhadap saya,, ha !
     Jadi, saat beliau mengatakan akan pergi,, saat itu pas-pasan acara perpisahan SMKTI Airlangga 2011, beliau memeluk kami satu persatu dan berkata "Kalian hebat,, jadi, walau tahun depan kalian menjalankan semuanya tanpa saya,, kalian harus terus berkembang ya? Kalian bisa ya?? pasti bisa,," katanya sambil berlinangan air mata. Seketika itu pikiran saya blank. SMKTI itu pak Adri, tanpa pak Adri lalu SMKTI akan jadi seperti apa? Saya loh, yang imajinasinya liar tetep nda bsa ngebayangin,, saya sedih, sungguh,, namun kemudian, saya menyadari, beliau meninggalkan kami semua untuk berkembang, lalu kenapa kami harus menangisi beliau disini dan menghalangi mimpi beliau? Jika pak Adri ingin berkembang, maka sebenarnya beliau juga mengharapkan kami ikut berkembang. Saat itu lah saya menyadari, saya tidak boleh menyerah, harus tetap optimis, daripada terus menyandarkan dan memanjakan diri pada kepemimpinan beliau, kenapa tidak mencoba memulainya dan membuat beliau bangga??
     Intinya, kepemimpinan beliau,, nggak akan mungkin tergantikan oleh siapapun, siapapun pengganti beliau ngga bisa menyingkirkan posisi pak Adri dalam hati saya, yup,, Boss saya, Motivator saya,, Inspirasi saya, sekaligus bapak saya yang ke sekian. Bahkan mungkin bukan cuman saya, tapi semua guru serta staff di SMKTI Airlangga.Saat beliau pergi, seakan muncul tiba-tiba sebuah relung dalam hati, dimana sebelumnya ruang itu diisi oleh beliau. Tapi, kami kan hanya menunggu,, menunggu sampai beliau sukses dengan membawa gear Doktor,, saya mendoakan sepenuh hati, semoga perjalanan belajar beliau berjalan lancar tanpa hambatan, saya tau beliau mampu,, :) Sukses pak,, dan jangan khawatir,,, perjuangan bapak selama ini akan kami teruskan,, trust us !! :)